Vemale.com - Oleh: Agatha Yunita
Membaca judul di atas,
apa yang muncul di dalam benakmu? Takut. Sedih. Bingung. Marah. Tertawa
saja. Menganggap pertanyaan itu ngaco. Semua itu adalah reaksi yang
mungkin sekali muncul saat memikirkan jawaban pertanyaan itu.
Sebelumnya, yuk kita baca beberapa sahabat Vemale yang menjawab berdasarkan opini mereka masing-masing berikut ini...
"Beribadah
sepuasnya..." kata Nana. Menurutnya, apalagi sih yang bisa dilakukan
manusia bila sudah tahu tugasnya di dunia akan segera berakhir? Yang
terpenting mungkin ya mendekatkan diri pada Allah, meminta ampunan atas
dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Sedangkan Fina, seorang
ibu yang penyayang lebih ingin keliling dunia dengan orang yang
disayangi. "Selain itu aku juga ingin mengunjungi panti jompo dan panti
asuhan serta berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang kurang
beruntung," pungkasnya.
Jawaban yang cukup berbeda dan unik datang
dari Alin, "kalau aku ingin menyatakan perasaan pada seseorang yang
selama ini terpending," katanya sambil tertawa. Sebuah keberanian yang
saat ini mungkin sedang dikumpulkannya, namun tak cukup untuk membuat
seseorang tahu tentang apa yang disimpan di dalam hatinya.
" "Kalau hidupku tinggal sebulan, aku akan menggenggam erat tangan orang yang kucintai. Dan tidak ingin kulepaskan...""
Sekarang,
giliranmu menjawabnya. Apa? Apa yang akan kamu lakukan jika tiba-tiba
kamu tahu hidupmu tinggal sebulan? Well, yang jelas seketika mungkin
hidupmu akan berubah drastis jika hal ini terjadi. Seperti beberapa
jawaban yang sudah diungkapkan di atas.
Ada yang akan lebih
mendekatkan diri kepada Allah, karena biasanya kalau sudah BBM-an, jadi
lupa waktu beribadah. Apalagi, kalau topiknya sudah soal si anu yang
tertangkap selingkuh. Wah... sungguh topik yang sayang sekali dipending
untuk dibahas. Alhasil, ibadah menjadi nomer dua, dan bergosip menjadi
nomer satu.
Ada pula yang ingin keliling dunia bersama orang yang
dicintai, yang mungkin saat ini waktunya banyak tersita oleh pekerjaan.
Jarang sekali bisa membagi waktu dengan keluarga dan anak-anak. Apabila
anak kesulitan dalam hal pelajaran, mudah saja, cukup memanggil guru
privat dan semua akan menjadi beres. Padahal, anak lebih membutuhkan
kehadiran orang tua yang bisa membimbing dan menyemangatinya belajar.
Lain
cerita dengan yang ingin mengungkapkan perasaan pada seseorang. Selama
ini, apa yang dirasakan selalu disimpan di dalam hati. Takut
diungkapkan. Entah karena takut ditolak, takut hubungan tidak akan
berhasil, atau ketakutan-ketakutan lain yang sebenarnya terbentuk oleh
pikiran sendiri.
Lihat saja, betapa banyak hal yang sebenarnya
ingin dilakukan bila tahu hidup akan berakhir. Kesemuanya adalah hal
yang baik, bukan?
Sekarang bayangkan. Bila semua hal itu dilakukan
sekarang, alangkah indahnya dunia. Orang akan berkata "hidup itu
sungguh bahagia." Tak ada lagi anak-anak yang kekurangan perhatian dan
cinta orang tuanya. Tak ada lagi cinta dalam hati yang disimpan sekian
lama, kemudian menyesal. Tak ada lagi pasangan kekasih yang bertengkar
karena waktunya dicuri oleh pekerjaan dan kesibukan. Tak ada lagi tempat
ibadah yang penuh hanya di hari-hari rayanya saja. Tak ada lagi orang
yang mencuri hanya demi sebatang rokok. Tak ada lagi orang yang
melakukan kekerasan pada orang yang dicintainya.
Ladies, kita bisa
melakukannya sekarang. Tanpa harus tahu berapa lama lagi kita hidup.
Kita hanya butuh satu hal saja, kemauan! Tak perlu menunggu untuk tahu
hidupmu tinggal sebulan atau sekian hari. Lakukan hal-hal baik yang
telah lama ingin kau lakukan. Termasuk memberikan pelukan dan ciuman
hangat pada orang-orang terkasih di dalam hidupmu. Mari, kita mulai dari
sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar